LAMAN

Minggu, 20 Juli 2014

?

Menurut pemikiran saya, semua ilmu pengetahuan berasal dari hal kecil berupa tanda tanya (?)..
Di dunia yang luas ini, begitu banyak orang meremehkan tanda tanya. Contoh kecil, seorang murid yang bertanya tentang Ilmu Pengetahuan Alam kepada guru yang hanya ahli dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan bangga, guru tertawa mendengar pertanyaan tersebut..
Sadarkah Anda? tanpa tanda tanya, bolpoin, listrik, besi, sepeda, buku, perahu, jaket, sikat gigi, sisir, takkan pernah ditemukan..
Perlu bukti? Thomas Alva Edison, penemu bholam lampu. Mencari solusi untuk menerangi jalanan untuk malam hari di rumahnya. Dan hal pertama yang timbul dalam pikirannya adalah "Adakah yang dapat menerangi jalanan untuk malam hari?".. Tanda tanya (?) terakhir yang penuh makna..

* kau takkan bisa temukan jawaban tanpa adanya suatu usaha dan do'a..
Ird dalam Tanda Tanya 

catatan muhammad irsyad amrullah

Jalan Kembali

Satu tempat yang kan ku singgahi untuk kembali
Satu tempat ternyaman untuk memanjakan diri.
Satu tempat terindah untuk mengawali hari.
Satu tempat yang ku rindu untuk kembali bermimpi.

Suatu saat aku akan melihat tangis dan penyesalan pada satu sudut jalan buntu. Tak ada jalan keluar, hanya ada rasa takut dan sesal. Begitu histeris dan menyala. Kesedihan terasa begitu deras, hingga peluh membanjiri seluruh tubuh. Tak ada yang bisa ku lakukan, hanya ada satu pertanyaan dalam pikiranku, "Apakah ini rumahku? tempat aku kembali.."

Suatu saat aku akan melihat tawa dan tangisan pada satu titik nan luas dan indah. Begitu megah dan rasa syukur. Banyak cahaya indah menghampiri dengan sayap-sayap di kanan dan kiri. Tak ada yang bisa aku katakan, hanya ada satu pertanyaan dalam pikiranku, "Apakah ini rumahku? tempat aku kembali.."

lalu, dimana aku sekarang? oh, disinilah aku berada. Tempat yang harus aku jalani. tempat dimana begitu banyak mimpi yang ku cantumkan pada dinding langit dan ku tunggu Sang Maha Perkasa membacanya. Tidak, masih ada hal yang harus aku lakukan..

Ini bukan tentang sebanyak apapun kau cantumkan mimpi-mimpi, tapi ini tentang sebesar apa kau berusaha untuk mimpi-mimpi. Dari sini kita dapat tersesat dan masuk ke dalam "satu sudut jalan buntu yang histeris dan menyala". Dari sini pula kita dapat kembali ke jalan yang "Megah dan indah".
Rumahmu, Surga atau Neraka?

catatan muhammad irsyad amrullah

Kaca Mata Hitam

Sudah pernahkah Anda melihat orang buta? pernahkah Anda berpikir bagaimana mimpi yang mereka alami disaat tidur?. Tidak sedikit orang di muka bumi ini yang diberikan ujian berupa kebutaan. Mereka belum diberi kesempatan oleh Tuhan untuk melihat matahari, bahkan melihat dirinya sendiri-pun mereka kesulitan. "Saya tidak pernah buta" pernyataan konyol yang patut dipertanyakan. Ingatkah Anda bahwa manusia diciptakan sebagai mesin untuk berpikir?
Tuhan membersikan kursi yang baik untuk umat manusia. Mereka diberikan Rahmat yang berbeda dengan makhluk lainnya, yaitu akal dan pikiran. Selain akal dan pikiran, Manusia juga diberikan 5 Indera yang kita dapat rasakan detik ini juga. Dan yang jadi pembicaraan saat ini adalah Panca Indera penglihat yaitu mata.
Dalam dunia Ilmu Pengetahuan. Mata merupakan alat bantu manusia untuk melihat. Namun bagaimana dengan orang yang buta? bukankah mereka juga memiliki mata?. Bagi mereka, mata merupakan anugerah Tuhan. Tapi apa yang mereka lihat, semuanya adalah hitam, tak ada jarak, tempat, dan keindahan yang dapat mereka lihat. Tapi kenapa begitu banyak manusia yang memiliki kesempurnaan manusiawi hanya mau menggunakan mataya untuk melihat status dan kedudukan manusia lainnya? kenapa mereka enggan melihat tangis manusia lainnya yang berada dibawah garis keterbatasan?
Saya sadar, apa yang saya kenakan ini hanyalah kacamata hitam dimana semua yang saya lihat hanyalah gelap dan salah. Ternyata, keangkuhan berpihak pada pendapat saya sendiri.

*Tidak semua orang yang memiliki mata mampu menggunakannya dengan baik.
Ird 


catatan muhammad irsyad amrullah