LAMAN

Minggu, 20 Juli 2014

Jalan Kembali

Satu tempat yang kan ku singgahi untuk kembali
Satu tempat ternyaman untuk memanjakan diri.
Satu tempat terindah untuk mengawali hari.
Satu tempat yang ku rindu untuk kembali bermimpi.

Suatu saat aku akan melihat tangis dan penyesalan pada satu sudut jalan buntu. Tak ada jalan keluar, hanya ada rasa takut dan sesal. Begitu histeris dan menyala. Kesedihan terasa begitu deras, hingga peluh membanjiri seluruh tubuh. Tak ada yang bisa ku lakukan, hanya ada satu pertanyaan dalam pikiranku, "Apakah ini rumahku? tempat aku kembali.."

Suatu saat aku akan melihat tawa dan tangisan pada satu titik nan luas dan indah. Begitu megah dan rasa syukur. Banyak cahaya indah menghampiri dengan sayap-sayap di kanan dan kiri. Tak ada yang bisa aku katakan, hanya ada satu pertanyaan dalam pikiranku, "Apakah ini rumahku? tempat aku kembali.."

lalu, dimana aku sekarang? oh, disinilah aku berada. Tempat yang harus aku jalani. tempat dimana begitu banyak mimpi yang ku cantumkan pada dinding langit dan ku tunggu Sang Maha Perkasa membacanya. Tidak, masih ada hal yang harus aku lakukan..

Ini bukan tentang sebanyak apapun kau cantumkan mimpi-mimpi, tapi ini tentang sebesar apa kau berusaha untuk mimpi-mimpi. Dari sini kita dapat tersesat dan masuk ke dalam "satu sudut jalan buntu yang histeris dan menyala". Dari sini pula kita dapat kembali ke jalan yang "Megah dan indah".
Rumahmu, Surga atau Neraka?

catatan muhammad irsyad amrullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar