kebingungan awal saat masuk bangku kuliah yang ada di pikiran saya adalah apa perbedaan mendasar antara Disertasi, Skripsi, dan thesis? Akhirnya rasa ingn tahu saya membawa saya untuk mencari tau di mbah google perbedaan dari ketiga langkah ahir dari mba dan mas-mas dalam menempuh jenjang studi di perkuliahan, jadi :
- Skripsi dijadikan syarat kelulusan di program S-1 dengan maksud memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dan melaporkannya secara tertulis. Biasanya, dalam skripsi tidak dituntut adanya sintesis baru atau penemuan baru.
- Thesis dijadikan syarat kelulusan di program S-2 dengan maksud memberikan kesempatan kepda mahasiswa untuk menunjukkan bahwa dia dapat mebuat suatu sintesis baru atau penerapan pengetahuan yang sudah ada, dan melaporkannya secara tertulis.
- Disertasi dijadikan syarat kelulusan di program S-3 dengan maksud memberikan kesempatan kepda mahasiswa untuk menunjukkana bahwa dia memahami (mengikuti) perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang ilmunya dan memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu itu melalui penemuan baru yang orisinal yang dilaporkannya secara tertulis.
Pada
dasarnya skripsi mahasiswa S1 merupakan ajang latihan bagi mahasiswa untuk
melakukan penelitian secara obyektif. Oleh karena baru pertama sekali meneliti
maka mahasiswa S1 ini sangat membutuhkan bimbingan dosen agar tidak melakukan
kesalahan fatal yang menyebabkan mereka harus mengulang. Tesis S2 merupakan
ajang peningkatan kemampuan mahasiswa dalam meneliti dan diharapkan mahasiswa
sudah mampu meneliti dengan bimbingan yang minimal dari dosen. Desertasi S3
merupakan pembuktian kemampuan mahasiswa S3 dalam meneliti secara mandiri.
Secara
sederhana, skripsi itu menjawab apa, tesis menjawab apa dan mengapa, Dan
disertasi itu menjawab apa, mengapa dan bagaimana. Contoh tentang penelitian
daun katuk dalam menurunkan kolesterol telur. Skripsi hanya menjawab pertanyaan
apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur? Tesis itu menjawab dua
pertanyaan, yaitu a) apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur dan; b)
mengapa daun katuk menurunkan kolesterol. Disertasi menjawab 3 pertanyaan,
yaitu: a) apakah daun katuk menurunkan kolesterol telur?; b) mengapa daun katuk
menurunkan kolesterol telur? Dan; c) bagaimana cara (mekanisme) daun katuk
menurunkan kolesterol telur?
Seringkali
dosen pembimbing lupa akan hal tersebut, sehingga sering meminta mahasiswa
meneliti lebih dari seharusnya. Apa alasannya? Pertama, mungkin dikarenakan
ketidaktahuannya dan pengalamannya sebagai mahasiswa dulu juga seperti itu.
Sebagai contoh, dosen pembimbing meminta mahasiswa S1 untuk menjawab selain apa
juga mengapa. Kedua, dosen pembimbing sudah tahu hal ini tetapi dikarenakan ia
menginginkan data penelitian lebih, maka ia memaksakannya pada mahasiswa
bimbingannya. Mungkin sang dosen bermaksud data tersebut akan dipublikasikan
dimana ia sebagai penulis utamanya. Mungkin juga dosen mempunyai alasan yang
lain.
Apapun
alasannya, sesungguhnya dosen tidak dibenarkan untuk memaksa mahasiswa di luar
ketentuan atau kesepakatan yang berlaku. Jika menginginkan data yang lebih
akurat dan lebih banyak untuk menjawab permasalahan yang ada, maka sebaiknya
dosen membuat proposal penelitian sendiri dan mengajukannya ke Dikti atau ke
penyandang dana lainnya. Ia harus berkompetisi untuk memperoleh dana
penelitian.
Tabel
1. Perbedaan Umum antara Skripsi, Tesis dan Disertasi
No
|
Aspek
|
Skripsi
|
Tesis
|
Disertasi
|
1
|
Jenjang
|
S1
|
S2
|
S3
(tertinggi)
|
2
|
Permasalahan
|
Dapat
diangkat dari pengalaman empirik, tidak mendalam
|
Diangkat
dari pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat mendalam
|
Diangkat
dari kajian teoritik yang didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
|
3
|
Kemandirian
penulis
|
60% peran
penulis, 40% pembimbing
|
80% peran
penulis, 20% pembimbing
|
90% peran
penulis, 10% pembimbing
|
4
|
Bobot
Ilmiah
|
Rendah –
sedang
|
Sedang –
tinggi. Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang
ada
|
Tinggi,
Tertinggi dibidang akademik. Diwajibkan mencari terobosan dan teori
baru dalam bidang ilmu pengetahuan
|
5
|
Pemaparan
|
Dominan
deskriptif
|
Deskriptif
dan Analitis
|
Dominan
analitis
|
6
|
Model
Analisis
|
Rendah –
sedang
|
Sedang –
tinggi
|
Tinggi
|
7
|
Jumlah
rumusan masalah
|
Sekitar
1-2
|
Minimal 3
|
Lebih dari
3
|
8
|
Metode /
Uji statistik
|
Biasanya
memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1
pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat,
run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi, Regresi,
Uji beda, Uji Chi Square, dll
|
Biasanya
memakai uji Kualitatif lanjut / regresi ganda, atau
korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data
panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,
ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis,
SEM
|
Sama
dengan tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari
terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
|
9
|
Jenjang
Pembimbing/ Penguji
|
Minimal
Magister
|
Minimal Doktor
dan Magister yang berpengalaman
|
Minimal
Profesor dan Doktor yang berpengalaman
|
10
|
Orisinalitas
penelitian
|
Bisa
replika penelitian orang lain, tempat kasus berbeda
|
Mengutamakan
orisinalitas
|
Harus
orisinil
|
11
|
Penemuan
hal-hal yang baru
|
Tidak
harus
|
Diutamakan
|
Diharuskan
|
12
|
Publikasi
hasil penelitian
|
Kampus
Internal dan disarankan nasional
|
Minimal
Nasional
|
Nasional
dan Internasional
|
13
|
Jumlah
rujukan / daftar pustaka
|
Minimal 20
|
Minimal 40
|
Minimal 60
|
14
|
Metode /
Program statistik yang biasa digunakan
|
Kualitatif
/ Manual, Excel, SPSS dll
|
Kualitatif
lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
|
Kualitatif
lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
|
Sumber :
Agung Wahyudi Biantoro, Metode Penelitian Ekonomi Islam, 2009 (mbah google)
