LAMAN

Kamis, 09 Oktober 2014

PENGGUNAAN EJAAN BARU YANG DISEMPURNAKAN PADA PENULISAN KARYA ILMIAH



 1.  Huruf Besar (Huruf Kapital)
       a.   Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.  
     b.   Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Huruf besar tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai satuan ukuran.
             Contoh:   =  menurut Wignjosastro,
                            =  berdasarkan hasil penelitian Sackett.
                                 tetapi:
                            =  5 ampere,
                            =  10 joule.
             Tetapi:    =  25o C
                            =  230o F
                            =  300o K
      c.    Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
             Contoh: bangsa Perancis, suku Sunda, bahasa Jepang.
      d.   Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama bulan dan hari.
             Contoh: bulan Januari, hari Senin.
      e.    Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
             Contoh: Kabupaten Bogor, Kecamatan Senen.
      f.    Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata seperti dan.
             Contoh:
             -   Republik Indonesia,
             -   Kementerian Kesehatan,
             -   Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,
             -   Peraturan Pemerintah No. 781.
      g.   Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, jurnal, dan judul makalah, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, serta untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
             Contoh:
             -   Majalah Kedokteran Indonesia
             -   Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue yang Dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta Barat 2012

2.  Huruf Miring
      a.    Huruf miring dipakai untuk menuliskan nama buku dan jurnal yang dikutip dalam tulisan.
             Contoh: Journal of Pediatrics, Obstetrics, and Gynecology.
      b.   Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
             Contoh:    =  Nervus Olfactorius (Nervus Olfaktorius)
                              =  Asetilkolin (acetylcholine)



3.  Penulisan Kata Turunan
      a.    Awalan di dan ke (serta semua awalan dan akhiran lainnya) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
             Contoh: diberikan, keterangan.
      b.   Pada dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mendahului atau mengikutinya, sedangkan pada bentuk dasar berupa gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.
             Contoh:   -     sebar luaskan, tetapi: penyebarluasan.
                            -     bertanggung jawab, tetapi: pertanggungjawaban.

4.  Penulisan Gabungan Kata
      a.    Gabungan kata berupa kata majemuk, unsur-unsurnya ditulis terpisah.
             Contoh: mata ajaran, model linear, orang tua, rumah sakit umum.
      b.   Gabungan kata berikut ditulis serangkai:
             acapkali, adakalanya, bagaimana, bilamana, daripada, dukacita, kacamata, kepada, kilometer, olahraga, padahal, radioaktif, sebagaimana, segitiga, sekalipun, sukacita.

5.  Penulisan Kata Depan di, ke, dan dari
      Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata, seperti dimana, kemana, kepada, dan daripada.
      Contoh: di dalam, di atas, ke sekolah, ke luar, dari Bandung.

6.  Penulisan Angka dan Lambang Bilangan
      a.    Penulisan lambang bilangan pecahan dengan huruf dilakukan sebagai berikut:
             setengah (1/2), tiga perempat (3/4), seperenam belas (1/16).
      b.   Penulisan lambang bilangan tingkat dilakukan sebagai berikut:
             Bab II, bab ke-2, abad XXI, abad ke-21.
      c.    Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, atau susunan kalimat diubah sehingga bilangan tidak terdapat pada awal kalimat.
             -   Anggota sampel penelitian ini adalah 120 orang.
             -   Seratus dua puluh responden dalam penelitian ini . . .

7.  Penulisan Unsur Serapan
      -     analisis, bukan analisa
      -     anamnesis, bukan anamnesa
      -     apotek, bukan apotik
      -     diagnosis, bukan diagnosa
      -     kementerian, bukan kementrian
      -     linear, bukan linier
      -     molekular, bukan molekuler
      -     objek, bukan obyek
      -     persentase, bukan persentasi atau presentase
      -     praktik, bukan praktek
      -     prognosis, bukan prognosa
      -     respons, bukan respon
      -     risiko, bukan resiko
      -     sistem, bukan sistim
      -     subjek, bukan subyek
      -     teknik, bukan tehnik
      -     teoretik, bukan teoritik
      -     vaskular, bukan vaskuler
     
8.  Lain-lain:
      -     Akhiran –itas mengubah huruf f pada akhir kata serapan menjadi v:
             =  aktif menjadi aktivitas,
             =  efektif menjadi efektivitas,
             =  sensitif menjadi sensitivitas,
                 tetapi:
             = spesifik menjadi spesifisitas (f bukan pada akhir kata)
      -     dimana hanya digunakan dalam kalimat tanya, hindari penggunaannya dalam kalimat positif.
             Contoh:
             =  Pada penderita anemia, dimana kadar Hb kurang daripada . . .
             =  Dimana letak kelenjar pinealis dalam tubuh manusia?
    -     dan dan atau adalah kata sambung yang digunakan untuk menghubungkan 2 kalimat, 2 konsep, atau 2 hal. Jangan memulai kalimat dengan kata dan atau atau.
      -     Hindari penggunaan singkatan dll., dsb., dst. dalam teks narasi, tuliskan dengan lengkap dan lain-lain, dan sebagainya, dan seterusnya. Singkatan-singkatan ini hanya boleh digunakan dalam tabel atau bagan.
     -     Hindari penggunaan singkatan s.d. (bukan s/d) dalam teks narasi, tuliskan dengan lengkap sampai dengan. Singkatan ini hanya boleh digunakan dalam tabel atau bagan.
       -     Hindari penggunaan lambang >, >, =, <, <, dalam teks narasi, tuliskan dengan lengkap lebih daripada, sama dengan atau lebih daripada, sama dengan, kurang daripada, sama dengan atau kurang daripada. Lambang-lambang ini hanya boleh digunakan dalam tabel, bagan, grafik, atau rumus.
    -     Kata dari hanya digunakan untuk menyatakan arah (= from), penggunaannya untuk menyatakan kepemilikan (= of) sedapat mungkin dihindari.
             Contoh:   =    Penduduk desa itu sebagian besar berasal dari Sumatera.
                            =    Berdasarkan hasil penelitian (dari) Cunningham, . . .
       -    Penggunaan dari dan daripada: dari digunakan untuk menyatakan arah (= from), daripada digunakan untuk menyatakan perbandingan (= than).
             Contoh:   =    Ia datang dari rumah.
                            =    Kelompok usia lebih daripada 35 tahun.
         -     Perhatikan penggunaan singkatan ilmiah:
              = gram disingkat g, bukan gr
              = kilogram disingkat kg, bukan kgr 
          -     Perhatikan penulisan:
               = organ paru, bukan organ paru-paru.
               = pada anak, bukan pada anak-anak.
               = susunan saraf, bukan susunan syaraf.
               = karena atau disebabkan, bukan dikarenakan
               = mengubah, bukan merubah
               = silakan (mempersilakan), bukan silahkan (mempersilahkan)
               = terampil (keterampilan), bukan trampil (ketrampilan).
        -  Hindari penggunaan istilah asing, sedapat mungkin gunakan istilah bahasa Indonesia. Jika istilah bahasa Indonesia yang ada belum atau tidak lazim dipakai, dapat dicantumkan terjemahannya dalam kurung atau gunakan istilah asing yang penulisannya telah disesuaikan ejaannya.
        -    Gunakan istilah yang sama secara konsisten untuk merujuk satu konsep ilmiah dalam seluruh penulisan.
             Contoh: Sekali menggunakan istilah seksio sesaria, istilah ini harus digunakan secara konsisten dalam seluruh penulisan, jangan mencantumkan lagi istilah sectio caecaria atau caecarian section.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar